Bahasa selalu menjadi misteri yang indah. Ia seder-hana sekaligus rumit, sehari-hari sekaligus sakral. Da-lam konteks filsafat dan kehidupan, bahasa bukan hanya alat untuk berkomunikasi, tetapi juga cara manusia menegaskan keberadaannya. Melalui ba-hasa, seseorang tidak hanya “mengatakan sesuatu,” tetapi juga “menjadi sesuatu.” Ketika seseorang ber-bicara, ia sedang mencipta dunia. Ketika seseorang menulis, ia sedang menandai keberadaannya dalam waktu.
Bahasa sebagai Medium Eksistensi hadir sebagai upaya memahami bahasa dari sisi yang lebih dalam—bukan semata struktur atau fungsi komunikatif, melainkan perannya dalam mengartikulasikan eksis-tensi manusia. Buku ini menuntun pembaca untuk menyadari bahwa keberadaan manusia tidak pernah bisa dilepaskan dari bahasa. Apa yang kita rasakan, pikirkan, dan imajinasikan hanya bisa ada sejauh ba-hasa mampu menampungnya. Dengan kata lain, ba-hasa adalah wadah keberadaan itu sendiri.
ukuran: 13×19 cm
jumlah halaman: 230 halaman
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia