Di balik pagar tinggi dan halaman yang selalu rapi, sekolah itu tampak seperti utopia: tempat di mana setiap mimpi diarahkan, setiap langkah dituntun, dan setiap murid dibentuk agar menjadi versi terbaik dari diri mereka—versi yang sekolah inginkan.
Namun semakin lama Rania berada di dalamnya, semakin jelas bahwa kesempurnaan itu bukan hadiah.
Ia adalah penjara yang dibungkus disiplin, keheningan, dan evaluasi yang tidak pernah selesai.
Ada ruangan-ruangan yang tidak ada di peta, kelas-kelas yang tidak ada di jadwal, serta latihan-latihan yang diam-diam menghapus bagian paling penting dari seorang murid: kemampuannya untuk melihat, merasakan, dan mempertanyakan.
Ketika makin banyak murid yang kehilangan bayangan dirinya, Rania menyadari bahwa satu-satunya cara bertahan adalah tetap utuh—meski seluruh sistem meminta ia menyerahkannya. Dibantu Sava, sahabat yang diam-diam juga mulai melihat retakan, ia mencoba memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai utopia ini, dan berapa harga yang harus dibayar untuk kesempurnaan yang mematikan suara nurani.
Utopia di Balik Pagar Sekolah adalah kisah tentang mimpi yang dikurung, kebebasan yang dipoles menjadi kepatuhan, dan pilihan sunyi untuk tetap menjadi manusia meski dunia mencoba mengubahmu menjadi versi yang lebih mudah diatur.
Ini bukan cerita tentang pemberontakan besar.
Ini cerita tentang keberanian kecil yang tidak pernah padam.
Tentang dua murid yang memilih melihat ketika semua orang memilih melepas.
Dan tentang pagar sekolah yang suatu hari, mungkin, berhenti menjadi batas.
jml halaman: 286
ukuran: 14×20,5 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia