Di tengah dunia yang semakin terpecah antara liberalisme yang kebablasan dan otoritarianisme yang menindas, Indonesia memiliki jalan tengah yang lahir dari jati dirinya sendiri: Demokrasi Pancasila. Buku ini mengajak pembaca menelusuri akar, perkembangan, dan tantangan sistem politik yang digagas para pendiri bangsa sebagai sintesis antara kebebasan dan tanggung jawab, antara kedaulatan rakyat dan nilai-nilai moral ketuhanan.
Melalui analisis historis, filosofis, dan empiris, penulis menyoroti bagaimana Demokrasi Pancasila mengalami pasang surut—dari cita-cita Soekarno tentang gotong royong, penerapan stabilitas ala Orde Baru, hingga keterbukaannya di era Reformasi yang penuh paradoks. Buku ini tidak berhenti pada nostalgia, melainkan menawarkan refleksi kritis: apakah nilai-nilai Pancasila masih dapat menjadi kompas etika di tengah pragmatisme politik, disinformasi digital, dan krisis kepercayaan publik.
142 halaman
13×19 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia