Di kota kecil yang terasa berjalan terlalu lambat bagi sebagian orang dan terlalu sunyi bagi sebagian lainnya, berdirilah sebuah warung fotokopi sederhana.
Mesin tuanya berisik, lampunya sering kedip-kedip, dan kopi sachetnya selalu kepanasan.
Tidak ada yang istimewa—sampai seorang perempuan bernama Nadia kembali pulang setelah bertahun-tahun menghilang.
Raka—pemilik warung yang hidupnya biasa saja—tidak pernah menyangka bahwa kepulangan itu akan mengubah segalanya.
Di antara tumpukan skripsi mahasiswa, map cokelat yang dicuri seseorang, kopi murah, dan percakapan kecil setelah pukul lima sore, mereka menemukan sesuatu yang perlahan tumbuh: romansa tipis-tipis yang tidak direncanakan, tidak sempurna, tetapi sulit diabaikan.
Namun cinta tidak datang sendirian.
Bersama Nadia, ikut kembali masa lalu kelam keluarganya—tentang seseorang bernama Arga yang menghilang dua dekade lalu, tentang identitas yang dicuri, tentang jaringan gelap yang membentang diam-diam, dan tentang seorang “paman” yang selama ini mereka panggil keluarga… tapi ternyata adalah pembunuh itu sendiri.
Ketika kota kecil mulai menyimpan lebih banyak rahasia daripada cahaya,
ketika langkah-langkah asing mengikuti mereka di balik gang sempit,
ketika orang-orang misterius muncul untuk melindungi dan membungkam,
Raka dan Nadia harus memilih:
Tetap bersembunyi dalam hidup yang aman,
atau berdiri bersama menghadapi masa lalu yang ingin membunuh mereka untuk kedua kali.
Romansa di Warung Fotokopi adalah kisah tentang cinta yang tumbuh tanpa janji besar—
cinta yang hanya bernafas di sela bunyi mesin fotokopi, kopi sachet, dan keberanian kecil dua orang yang ingin memulai hidup baru.
Ini bukan kisah tentang pahlawan.
Ini kisah tentang dua hati yang rapuh,
yang memutuskan untuk tidak pergi.
Dan kadang, itu lebih heroik dari apa pun.
jml halaman: 836
ukuran: 14×20,5 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia