Pancasila sering dielukan, tapi jarang dihayati. Dalam riuhnya politik elektoral dan derasnya arus globalisasi, lima sila yang menjadi fondasi bangsa kerap hanya jadi slogan kosong. Buku ini mengajak pembaca menafsirkan ulang Pancasila bukan sekadar sebagai dasar negara, tapi sebagai etika publik—jalan moral yang seharusnya menjiwai setiap kebijakan, kepemimpinan, dan sikap berbangsa.
Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial dapat menjadi kompas dalam menghadapi tantangan demokrasi, populisme, disinformasi, serta krisis kepercayaan publik. Lebih dari sekadar narasi teoritis, buku ini mengusulkan politik etis sebagai satu-satunya jalan menuju peradaban
142 halaman
12×18 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia