Di balik dinding kamar yang tampak biasa, ada perang yang tidak pernah terlihat siapa pun—perang melawan kecemasan, amarah, kenangan, sunyi, dan luka-luka yang menolak hilang. Buku ini adalah perjalanan menembus ruang paling pribadi dalam diri: tempat di mana tidur tidak selalu berarti istirahat, gelap justru menyalakan pikiran, dan cermin memantulkan sisi-sisi diri yang jarang berani diakui. Melalui monolog batin yang jujur dan penuh keheningan, pembaca diajak menyelami bagaimana sebuah kamar dapat menjadi saksi dari pertarungan paling sunyi, sekaligus tempat belajar menerima diri apa adanya.
Perang Emosi di Balik Dinding Kamar bukan kisah kemenangan besar, tetapi tentang keberanian kecil yang muncul dari jeda, tangis, tawa getir, dan usaha untuk terus bertahan meski hari-hari terasa berat. Buku ini adalah pelukan lembut untuk siapa pun yang pernah merasa sendirian dalam perang batinnya—pengingat bahwa tidak apa-apa jika kita belum sembuh sepenuhnya, tidak apa-apa jika kita masih rapuh, dan bahwa bertahan adalah bentuk cinta paling sederhana kepada diri sendiri.
jml halaman: 118
ukuan: 13×19 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia