Setelah viral, hidup tidak otomatis kembali normal. Kadang justru mulai terasa asing.
Itulah yang terjadi pada seorang mantan influencer yang akhirnya berhenti mengejar like, berhenti memoles diri untuk feed, dan berhenti pura-pura baik-baik saja demi algoritma.
Dalam Jurnal Satir Seorang Mantan Influencer, ia menertawakan hidup yang dulu ia banggakan—hidup yang penuh filter, penuh ekspektasi, dan penuh absurditas. Dengan gaya satir yang tajam, penulis mengajak kita menyelami sisi gelap di balik panggung digital: komentar kosong yang memengaruhi harga diri, algoritma yang bertingkah seperti pacar posesif, hingga identitas yang runtuh ketika trending berhenti.
Ini bukan sekadar curhatan mantan seleb internet.
Ini adalah pengakuan jujur tentang betapa letihnya hidup yang selalu harus menarik.
Tentang betapa memabukkannya validasi publik.
Tentang betapa sunyinya hidup setelah sorotan padam.
Lewat humor gelap dan kejujuran yang menghangatkan, buku ini mengajak pembacanya melihat dunia digital dari jarak aman—jarak yang cukup untuk tertawa, tapi juga cukup untuk tersentuh.
Sebuah catatan satir yang akan membuatmu sadar:
kadang, menjadi tidak viral jauh lebih sehat daripada menjadi terkenal.
jml halaman: 128
ukuran: 13×19 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia