Apa jadinya jika logika dan hati tidak lagi dianggap sebagai dua kutub yang saling bertentangan?
Buku ini mengajak kita melihat bahwa keduanya justru saling membutuhkan—bahwa nalar tidak selalu harus dingin, dan hati tidak selalu harus kacau. Di balik setiap rasa, ada pengetahuan yang menunggu untuk dipahami; dan di balik setiap pikiran, ada emosi yang ingin diakui.
Melalui narasi yang lembut dan jujur, Logika Hati: Filsafat Emosi Sehari-hari membawa kita menyelami marah yang elegan, cemas yang manusiawi, rindu yang tidak memaksa pulang, hingga ikhlas yang tidak menghapus kenangan. Ia mengajak kita berdamai dengan diri sendiri: dengan luka yang belum sembuh, dengan harapan yang pernah patah, dengan versi diri yang ingin kita tinggalkan, maupun versi baru yang sedang kita bangun.
Buku ini bukan teori. Ia adalah tembang sehari-hari tentang bagaimana manusia bertahan, jatuh, bangkit, merasa, dan terus berusaha memahami hidup dengan cara yang paling sederhana: mendengarkan hatinya sendiri.
Sebuah perjalanan pulang ke dalam diri—pelan, jujur, dan penuh kehangatan.
jml halaman: 166
ukuran: 14×20,5 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia