Hubungan manusia hari ini dipenuhi paradoks: semakin terkoneksi, semakin kesepian. Cinta bergerak cepat, tetapi jarang mengakar. Melalui pendekatan filsafat, psikologi, dan budaya digital, buku ini membongkar bagaimana simulasi membentuk persepsi tentang keintiman, bagaimana ketulusan terfragmentasi, dan bagaimana cinta tetap mungkin di dunia yang rapuh oleh sinyal. Ini bukan sekadar buku, tetapi undangan untuk kembali pada cinta yang manusiawi.
Buku ini lahir dari sunyi pukul dua pagi, dari percakapan yang berhenti di tanda read, dari rindu yang tak pernah menemukan tubuhnya. Filsafat Cinta dalam Dunia Virtual adalah catatan untuk mereka yang pernah mencintai melalui layar, bertahan melalui sinyal, dan menangis ketika percakapan terputus. Sebuah pelukan bagi hati yang terluka, dan doa bagi cinta yang berani hidup setelah layar dimatikan.
jml halaman: 90
ukuran: 13×19
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia