Sekolah yang Tak Pernah Mengajarkan Hidup adalah cermin yang memantulkan wajah pendidikan kita—bukan yang dipoles dalam pidato resmi, tetapi yang hidup di lorong kelas, di bangku paling belakang, di kantin yang penuh tawa pahit, dan di halaman upacara yang terlalu panas untuk disebut pengabdian. Buku ini adalah satire, tetapi juga pelukan. Kritik, tetapi juga cinta. Ia menertawakan sistem yang sering kali lupa bahwa manusia lebih besar daripada nilai, lebih dalam daripada rapor, dan lebih penting daripada aturan panjang rok atau ketebalan kaos kaki.
Lewat kisah-kisah yang tampak seperti fiksi namun terlalu nyata untuk dibantah, buku ini mengajak kita melihat wajah pendidikan yang jarang ingin kita akui: sekolah yang menghitung angka tetapi mengabaikan hati, sekolah yang memproduksi ranking tetapi kehilangan manusia. Di balik ironi dan humor yang menggigit, ada harapan yang tidak pernah padam—bahwa suatu hari sekolah benar-benar akan mengajarkan hidup.
108/13×19
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia