Buku ini memetakan ide-ide filosofis dalam film-film mainstream: dari eksistensialisme Pixar, nihilisme Netflix, hingga absurditas komedi romantis. Melalui adegan, dialog, dan karakter, pembaca diajak memahami gagasan besar manusia — tentang makna hidup, kesepian, kebebasan, dan pilihan moral — lewat medium yang paling dekat dengan keseharian: film.
Film tidak pernah hanya tentang gambar bergerak, dialog yang indah, atau adegan yang membuat napas tercekat. Film adalah cermin besar tempat manusia melihat dirinya sendiri — ketakutan terdalamnya, cinta yang tidak pernah selesai, kehilangan yang tidak bisa diucapkan, dan pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang tidak pernah berhenti menghantui. Buku ini mengajak pembaca membuka pintu masuk ke ruang yang selama ini tersembunyi di balik layar: ruang yang penuh renungan tentang siapa kita, dari mana kita datang, dan untuk apa kita hidup. Dari absurditas komedi romantis hingga gelapnya film thriller psikologis, dari kemarahan yang membebaskan dalam Kill Bill hingga keheningan yang menyembuhkan dalam Departures, setiap film menjadi pintu menuju kesadaran baru.
Filsafat di Balik Adegan Film Populer adalah rumah bagi semua orang yang pernah mencari makna di dalam gelap ruang bioskop. Untuk mereka yang pernah menangis pelan ketika lampu menyala, untuk mereka yang merasakan napas berat setelah kredit bergulir, untuk mereka yang mengerti bahwa layar bukan pelarian dari kenyataan, tetapi jalan menuju kenyataan yang lebih jujur. Buku ini menyentuh pertanyaan terakhir yang selama ini hanya berbisik dalam dada: jika film mampu mengguncang sesuatu jauh di dalam hati kita, mungkin itu karena film sedang menyelamatkan kita — satu adegan demi satu adegan, satu detik demi satu detik, satu manusia demi satu manusia.
134/13×19
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia