Ada luka-luka tertentu yang tidak terlihat mata, tidak berdarah, tetapi meninggalkan jejak panjang di dada dan perlahan menggerus kepercayaan pada hidup. Menulis Diri yang Pernah Terluka lahir dari ruang sunyi itu—ruang tempat banyak orang bertahan dalam diam. Buku ini bukan panduan penyembuhan instan dan tidak memaksa siapa pun untuk segera bangkit. Ia hadir sebagai teman perjalanan yang lembut, yang duduk di samping tanpa menghakimi, mendengarkan tanpa menggurui, dan memberi ruang bagi pembaca untuk perlahan membuka pintu hati yang lama terkunci.
Melalui tulisan yang jujur dan penuh kesabaran, buku ini mengajak pembaca kembali kepada diri sendiri: mengakui luka, menerima kerapuhan, dan menemukan makna baru dari rasa sakit yang pernah ada. Setiap halaman adalah pijakan pelan menuju rumah yang lama dicari—rumah dalam diri sendiri. Karena pada akhirnya, penyembuhan bukan tentang melupakan luka, melainkan tentang mengubah luka menjadi cahaya. Selamat pulang kepada dirimu sendiri.
113/13×19
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia