Ada cinta yang tidak pernah menjadi pertemuan.
Ada rindu yang tidak pernah diberi alamat.
Dan ada seseorang yang kita perhatikan setiap hari,
namun ia tidak pernah melihat ke arah kita.
Cinta Satu Arah di Jalur Dua Arah adalah catatan pelan tentang seseorang yang mencintai dalam diam—bukan untuk memiliki, bukan untuk dikejar, bukan untuk diperjuangkan, tetapi untuk diterima sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Di antara hujan yang turun tiba-tiba, lampu jalan yang temaram, jalan raya yang ramai, dan playlist yang menjadi ruang sunyi, pembaca diajak masuk ke dalam dunia yang tidak pernah benar-benar dimulai namun tetap berakhir dengan cara paling menyentuh.
Buku ini adalah kisah tentang keberanian mencintai tanpa meminta, tentang menerima hal-hal yang tidak pernah menjadi milik kita, tentang menatap seseorang dari jauh dan tahu bahwa tidak apa-apa jika ia tidak pernah menoleh.
Karena beberapa cinta tercipta bukan untuk berjalan berdampingan—melainkan untuk mengajarkan kita cara pulang kepada diri sendiri.
Akan ada tokoh yang tidak pernah kita sentuh, namun kita rasakan.
Akan ada dialog yang tidak pernah kita ucapkan, namun tetap hidup.
Dan pada akhirnya, akan ada letupan lembut ketika kita sadar bahwa melepaskan pun bisa menjadi bentuk lain dari mencintai.
Cinta Satu Arah di Jalur Dua Arah adalah sebuah permenungan, sebuah perjalanan batin, sebuah kejujuran paling lirih tentang perasaan yang tumbuh di tempat sunyi—dan berakhir di tempat yang sama, namun dengan hati yang telah berubah.
Jml halaman: 104
ukuran: 13×19 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia