Ada orang yang tertawa paling keras di ruangan, tapi menangis paling hening di kamar. Ada yang tersenyum lembut di depan semua orang, padahal setiap malam ia sedang berdialog dengan sepi yang tak kunjung usai. Buku Di Balik Senyum Manisnya adalah kumpulan puisi dan prosa liris tentang orang-orang yang tampak baik-baik saja, tapi sesungguhnya sedang bertahan di antara retak yang tak terlihat.
Ditulis dengan kejujuran yang sunyi dan kelembutan yang menyentuh, setiap bait di dalamnya membawa pembaca pada perjalanan perasaan yang kompleks: antara kehilangan, penyesalan, dan keberanian untuk tetap hidup. Buku ini bukan sekadar bacaan—ia adalah pelukan yang tak menghakimi, ruang aman bagi siapa pun yang sedang belajar menerima dirinya yang rapuh namun terus berjuang.
ukuran: 14×20,5 cm
jumlah halaman: 240 halaman
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia