Dua puluh lima tahun setelah Reformasi, otonomi daerah masih menjadi bab terbuka dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Ia lahir dari semangat untuk mendekatkan negara kepada rakyat—membagi kekuasaan agar keadilan dan kesejahteraan tumbuh dari bawah. Namun, dalam praktiknya, otonomi juga memunculkan tantangan: birokrasi yang lamban, politik uang, hingga kesenjangan antarwilayah. Di antara keberhasilan dan kegagalan itu, muncul pertanyaan besar: apakah desentralisasi benar-benar membawa kemandirian, atau justru melahirkan pusat-pusat kekuasaan baru di daerah?
Melalui analisis tajam dan bahasa yang jernih, Danuri menelusuri dinamika otonomi dari berbagai sisi—politik, ekonomi, hingga etika pemerintahan. Ia mengajak pembaca melihat otonomi bukan sekadar urusan hukum dan administrasi, tetapi sebagai refleksi moral bangsa dalam mengelola kekuasaan. Buku ini menampilkan kisah nyata inovasi daerah, kritik terhadap praktik korupsi lokal, dan gagasan tentang masa depan desentralisasi yang berkeadilan. Sebuah bacaan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana Indonesia belajar menjadi negara yang kuat justru dengan memberi ruang bagi daerah untuk berdaulat.
182 halaman
13×19 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia