Bagaimana rasanya menghilang dari dunia tanpa benar-benar pergi? Buku ini mengikuti perjalanan seseorang yang lenyap bukan karena kematian, tetapi karena perlahan tidak lagi menjadi bagian dari hidup siapa pun—bahkan hidupnya sendiri. Dunia tetap berjalan, orang-orang tetap tertawa, hari-hari tetap berganti, dan hanya satu hal yang tidak berubah: tidak ada yang menyadari bahwa ia sudah lama tak lagi ada. Dalam kesunyian yang semakin rapat, ia menelusuri jejak dirinya yang hilang, mencoba memahami di mana tepatnya ia berhenti menjadi manusia yang dikenalnya.
Hari-hari Tanpa Aku di Dunia Tanpa Nama adalah narasi eksistensial tentang keberadaan yang samar, tentang hidup yang terus melaju tanpa menoleh ke belakang, tentang seseorang yang berusaha menemukan dirinya di antara ruang-ruang kosong yang tidak memanggil siapa pun. Ini bukan kisah penyelamatan, bukan kisah kepahlawanan, tetapi kisah yang jujur tentang betapa mudahnya seseorang tenggelam dalam keramaian tanpa suara. Dengan gaya puitis dan hening yang menyentuh, buku ini mengajak pembaca menatap luka-luka paling sunyi, menelusuri jalan pulang yang mungkin tidak pernah ditemukan, dan memahami bahwa bahkan ketika dunia tak mengingatmu, kamu tetap ada—setidaknya untuk dirimu sendiri.
Bagi siapa pun yang pernah merasa hilang, tak terlihat, atau tidak dicari, buku ini bukan jawaban, tetapi teman duduk di malam yang panjang.
jml halaman: 204
ukuran: 14×20,5 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia