Perang Rusia–Ukraina telah mengguncang bukan hanya tatanan keamanan Eropa, tetapi juga fondasi eksisten-sial dari NATO sebagai aliansi militer tertua dan terbesar di dunia. Bagi banyak analis, krisis ini menjadi semacam ujian kelayakan: apakah NATO masih relevan di abad ke-21, atau justru hanya simbol masa lalu yang terus dipertahankan dengan alasan politik?
Sebagai penulis, saya melihat dinamika NATO bukan semata dari sisi militer, tetapi dari lapisan sosial-politik yang membentuknya. Di balik jargon solidaritas Atlantik Utara, terdapat berbagai ketegangan internal—antara kepentingan Amerika Serikat yang hegemonik dan aspirasi Eropa untuk kedaulatan strategis. Dari sinilah buku ini berangkat: men-coba menelusuri arah masa depan NATO di tengah peru-bahan geopolitik, munculnya kekuatan baru, serta keinginan Eropa untuk “menjadi tuan di rumah sendiri.”
144 halaman
13×19 cm
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia