Buku Membedah Sejarah Intelektual Nusantara hadir untuk mengembalikan perhatian kita pada warisan pemikiran lokal yang selama ini terlupakan. Tradisi pesantren dengan kitab kuningnya, sastra keraton dengan falsafah etisnya, lontar Bali yang menyimpan kosmologi, hingga hikayat sufi yang menjadi jembatan antara spiritualitas dan filsafat—semuanya adalah cermin dari kedalaman intelektual bangsa ini. Penulis, Khusni Abdillah, tidak sekadar mengumpulkan fakta sejarah, tetapi berupaya menafsir ulang, mengontekstualisasi, dan menunjukkan benang merah yang menghubungkan berbagai sumber pengetahuan tersebut.
Ukuran: 13×19 cm
Jumlah halaman: 230 halaman
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia