Dalam dunia yang berlari tanpa jeda, di mana no-tifikasi berdentang lebih cepat dari detak jantung, dan opini datang sebelum kita sempat berpikir, manusia dihadapkan pada ujian baru: bagaimana tetap tenang di tengah derasnya arus reaksi. Mengelola Amarah da-lam Dunia Serba Cepat hadir di tengah realitas ini se-bagai ruang hening yang langka—tempat kita belajar memahami, bukan sekadar menekan atau meledak-kan emosi.
Amarah adalah emosi yang paling purba dan paling jujur. Ia lahir dari rasa terancam, terluka, atau tidak didengar. Namun, dalam tatanan sosial yang me-nuntut kepatuhan dan “kesopanan,” amarah sering dianggap sesuatu yang memalukan, dosa, atau tanda kelemahan. Padahal, tanpa amarah, manusia ke-hilangan insting untuk melawan ketidakadilan, ke-hilangan dorongan untuk memperbaiki keadaan. Am-arah, jika dikenali dan diarahkan, bisa menjadi bahan bakar perubahan yang luar biasa.
ukuran: 13×19 cm
jumlah halaman: 146 halaman
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia