Sunyi tidak pernah datang tanpa alasan.
Ia muncul ketika dunia terlalu bising, ketika hati terlalu penuh, ketika langkah terasa berat, dan ketika kita tidak lagi tahu harus pulang ke mana. Sunyi bukan hukuman; ia adalah ruang yang disediakan kehidupan agar kita duduk sejenak dan mendengarkan apa yang selama ini kita abaikan: suara diri sendiri.
Sunyi yang Mengisi Ruang Tengah adalah perjalanan lembut menuju keheningan yang menyembuhkan. Sebuah buku refleksi personal tentang ruang-ruang kecil yang sering kita anggap sepele—ruang tengah rumah, sudut meja, kursi kosong, secangkir teh yang dingin—benda-benda yang menjadi saksi bisu tentang cinta, kehilangan, dan keberanian untuk tumbuh kembali setelah semuanya runtuh. Buku ini mengajak pembaca menyentuh kembali kenangan yang pernah ditinggalkan, berdamai dengan hening yang dulu ditakuti, dan melihat sunyi sebagai bagian paling jujur dari kehidupan.
“Kamu tidak sendirian.
Kamu sedang pulang. Pelan, tapi pasti.”
124/13×19
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia