Di dunia yang perlahan kehilangan cahaya, kata-kata menjadi benda langka dan harapan tinggal legenda. Surat Terakhir dari Dunia Dystopia mengisahkan seorang penulis yang menulis kepada masa depan—tentang kehidupan yang hampa, tentang ingatan yang terhapus, dan tentang manusia yang lupa bermimpi. Setiap kalimat adalah perlawanan terhadap kebisuan, setiap paragraf adalah upaya untuk mengingat siapa kita sebelum dunia menjadi sunyi.
Namun, di balik kelam dan keputusasaan, terselip tanya: apakah masih ada yang membaca? Dalam nada puitis dan atmosfer mencekam, buku ini menghadirkan refleksi eksistensial yang menggugah—tentang kehilangan, makna kemanusiaan, dan kekuatan terakhir yang dimiliki manusia: menulis. Sebuah distopia yang tidak hanya menakutkan, tapi juga memeluk dengan lirih.
Ukuran: 14×20,5 cm
Jumlah halaman: 148 halaman
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia