Tidur bukan hanya tentang memejamkan mata — tidur adalah seni kembali kepada diri sendiri.
Dalam dunia yang bergerak terlalu cepat dan menuntut terlalu banyak, kita sering mengabaikan bahasa tubuh yang paling jujur: rasa lelah. Kita memaksa diri tetap kuat ketika hati hancur, memaksakan senyum ketika jiwa rapuh, menunda istirahat ketika tubuh hampir menyerah. Dan kita lupa bahwa manusia bukan mesin.
Buku ini adalah perjalanan pulang menuju tubuh, hati, dan ketenangan. Ia mengajak kita memahami ritme biologis yang terlupakan, menciptakan ritual malam yang menyembuhkan, mengelola emosi agar tidur menjadi ruang aman, dan belajar berhenti sebelum tubuh memaksa. Di dalamnya, tidur tidak lagi dipandang sebagai pelarian, tetapi sebagai bentuk cinta diri yang paling jujur.
Untuk setiap jiwa yang pernah berjuang memejamkan mata, buku ini hadir sebagai pelukan:
pelan, hangat, dan berkata, “Kamu sudah cukup hari ini. Beristirahatlah. Pulanglah.”
jml halaman: 188
ukuran: 14×10,5
Kunjungi toko kami untuk melihat apa yang tersedia